Dreams (Part 18)

Cerita sebelumnya

Kemudian badrun dan abang nya bergegas ke bandara untuk memastikan apakah itu pesawat yang di tumpangi ibu dan ayahnya.

“Ya Allah tolong lindungilah ayah ibu hamba” ucap Badrun sembari

menangis. Dia sangat berharap bahwa itu bukan pesawat yang di tumpangi ayah ibunya. Badrun sangat bersedih baru saja kemarin dia di tinggalkan oleh nenek tercintanya, kemuadian sekarang dia harus merasa kehilangan lagi.

Dia tidak akan sanggup bila di tinggalkan oleh orang tuanya yang dari dulu sangat ia rindukan.

“Ya Allah kenapa engkau berikan cobaan seberat ini”

“Sabar Badrun jangan kau seperti itu.” Ucap abang Badrun.

Sesampai di bandara kaki badrun merasa lemas ia terjatuh dan menangis tersedu-sedu mengetahui berita tersebut. Bahwa, ternyata di dalam pesawat tersebut tidak ada data penumpang orang tua badrun.

Badrun merasa bahagia karena dia masih bisa bertemu dengan orang tuanya dan masih ada orang yang bisa dia bahagiakan menggantikan nenek nya yang telah pergi.

Badrun kembali ke rumah dengan perasaan bahagia namun khawatir karena belum ada kabar dari ayah dan ibunya.

“Hoy Badrun sedang apa kau? melamun saja kau” tanya mak beti

“Ini loh mak, Badrun lagi mikirin ibu Badrun.”

“Kenapa lah kau mikirin mamak mu, belum tentu mamak mu mikirin kau.”

“Ih mak serius” Ucap badrun dengan nada sedih

“Yaudah ayolah cerita pada mak”

“Gini lho mak, jadi blaaaa…. blaaa… blaaaa..”

2 jam kemudian Badrun pun selesai bercerita dan kemudian mak Beti memberikan petuah.

“Mending sekarang kau pergi kerumah pak RT dan minta tolong untuk menanyakan kabar tentang orang tuamu.” “Dan kau jangan terlalu menjadikan nya beban”

“Yaudah terimakasih mak atas saran nya”

Badrun pun langsung bergegas pergi ke rumah pak RT untuk menanyakan kabar tentang orang tuanya.

Dan seminggu kemudian pak RT pun mendatangi rumah Badrun.

“Assalamualaikum”

“Walaikumsalam” “Silahkan masuk pak RT”

Pak RT pun duduk dan langsung to the poin menyampaikan kabar tentang ibu Badru bahwa beliau akan pulang besok.

“Aaapaaaa” “Benarkahhh” Ucap badrun

Badrun merasa senang mendengar berita tersebut. Badru langsung berlari menemui mak beti.

“Mak ibuku akan pulang besok”

“Aku harus melakukan apa? Apa aku harus tumpengan

“kau itu ada ada saja sih, gak perlu lah tumpengan. Siapkan mental saja untuk menjadi anak yang baik.” Ucap mak beti

Hari esokpun tiba. Dan akhirnya pada pukul 15.00 terdengar suara mengetuk pintu “tok, tok, tokk” Badrun pun membuka pintu dan terkejut melihat wanita parubaya dengan kerudung dan syal yang dia pakai.

Siapakah dia?

“Apakah kau ibuku?”

Saksikan cerita selanjutnnya

Tinggalkan komentar